Gempa, Manuskrip, dan Pemilukada di Aceh

January 16, 2012

Versi lebih ringkas tulisan ini terbit di Koran Republika, Sabtu 14 Januari 2012.

Foto oleh Tim TUFS-MANASSA-PKPM: catatan tentang gempa dahsyat kedua di Aceh pada Kamis 9 Jumadil akhir 1248 H/3 November 1832 M, MS Zawiyah Tanoh Abee No. 153/163/Fk-69/TA/2006.

—————

Saya baru beberapa puluh menit saja memejamkan mata ketika gempa 7.1 skala Richter dan berpotensi tsunami di Aceh itu mengguncang pada Rabu (11/1-2012) pukul 01.36 WIB, dan membuat saya terbangun. Itu adalah malam pertama para tamu dari dalam dan luar negeri mendarat di Banda Aceh untuk sebuah international workshop bertemakan “From Anatolia to Aceh: Ottomants, Turks, and Southeast Asia” pada dua hari berikutnya. Workshop ini diselenggarakan oleh International Center for Aceh and India Ocean Studies (ICAIOS), bekerja sama dengan British Institute at Ankara, ASEASUK, dan Pemerintah NAD.

Topik gempa besar di Aceh yang sempat membuat kepanikan, terutama di Meulaboh, itu kemudian menghiasi obrolan kami saat sarapan pagi dan setiap coffee break, mulai dari obrolan ringan belaka sampai dikaitkan dengan kajian akademis. Fiona Kerlogue dari the Horniman Museum, Inggris, mengaku shock dan tidak bisa tidur sampai malam berikutnya, meski KAWASHIMA Midori dari Sophia University, Tokyo tampak tenang-tenang saja, mungkin karena di Jepang biasa terjadi gempa yang lebih besar…☺
Read the rest of this entry »

Thesaurus of Indonesian Islamic Manuscripts

November 18, 2011

PPIM UIN Jakarta, on behalf of Puslitbang Lektur Keagamaan, Balitbang dan Diklat, Ministry of Religious Affairs proudly presents the ‘trial version’ of the Thesaurus of Indonesian Islamic Manuscripts (TIIM). The full version will be officially launched by the Ministry soon.

The TIIM is an online database designed by the Islamic Manuscript Unit (ILMU),
Center for the Study of Islam and Society (PPIM), Syarif Hidayatullah State
Islamic University (UIN) under supervision of Dr. Oman Fathurahman, and fully
supported by the Center for Research and Development of Religious Literatures
(Puslitbang Lektur Keagamaan), Indonesian Ministry of Religious Affairs (MORA).
Read the rest of this entry »

Manuskrip dan Penguatan Kajian Islam Asia Tenggara

October 21, 2011

Manuskrip: Mozaik Islam Lokal Nusantara yang Terserak dan Terlupakan
Pada tanggal 13 hingga 17 September 2011 lalu, saya bersama sejumlah anggota tim peneliti gabungan dari Kajian Poetika Fakultas Sastra Universitas Andalas, Tokyo University of Foreign Studies (TUFS) Jepang, Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa), dan didampingi Tuanku Umar sebagai Buya tarekat Syattariyah Surau setempat, melakukan penelitian manuskrip Islam di Surau Calau, Sijunjung, Sumatra Barat.

Sehari sebelumnya, penelitian yang sama juga dilakukan di keluarga ahli waris Surau Tanjung Ampalu yang dengan sangat hangat menyambut kami. Seperti diketahui, Minangkabau dikenal sebagai salah satu wilayah di Nusantara yang menjadi ‘lumbung’ emas kekayaan manuskrip Islam Melayu Nusantara, berkat tradisi intelektual Islam masa lalu yang pernah mengalami masa keemasannya.

Mulai pagi hingga larut malam, satu persatu manuskrip Surau Calau yang tersimpan di sebuah bilik ‘rahasia’ pun dikeluarkan oleh Buya, untuk kemudian kami identifikasi judul-judul dan pengarangnya, lalu kami bersihkan, kami preservasi melalui digitalisasi, dan akhirnya kami rapihkan kembali ke tempat semula, dengan penataan yang lebih baik. Begitupun sekarung (benar-benar tersimpan dalam sebuah karung) manuskrip Islam lainnya yang semula teronggok di atap Surau, atas izin Tetua Surau diturunkan dan diidentifikasi.

Memahami Islam Nusantara Melalui Manuskrip dan Kitab: Sebuah Refleksi

August 5, 2011

——-
Disampaikan dalam saresehan “Penguatan Kajian Islam Nusantara” di Lakpesdam PCINU, Kairo, Mesir, Kamis 21 Juli 2011
——

“…It is works such as these that the Muslim elite wrote for themselves and each other. It is from a study of such works in their regional settings that a clearer and perhaps more worthy understanding of Islam in Southeast Asia may be won…” (Johns 1976: 55).

Mempertimbangkan perkembangan kajian-kajian Islam Nusantara, hingga kini ada bidang kajian yang sesungguhnya potensial dan menarik tetapi belum mendapat perhatian serius dari kalangan akademisi kajian Islam (Islamic studies). Bidang tersebut adalah kajian Islam yang berbasiskan pada manuskrip-manuskrip Islam Nusantara.

Yang dimaksud dengan manuskrip di sini adalah semua rekaman informasi yang ditulis tangan oleh seseorang tiga sampai empat ratus tahun yang lalu. Pengertian ‘manuskrip’ dalam konteks ini merupakan lawan kata dokumen yang diproduksi melalui mesin cetak atau alat sejenis.

Berdasarkan penelitian awal atas sejumlah koleksi, manuskrip Islam Nusantara memang dijumpai dalam jumlah besar, dan ditulis dalam berbagai bahasa lokal seperti Melayu, Jawa, Sunda, Wolio, dan lainnya, selain tentu saja manuskrip berbahasa Arab. Umumnya, secara fisik manuskrip-manuskrip tersebut kini dalam kondisi memprihatinkan dan sangat rentan mengalami kemusnahan, baik karena faktor alam maupun akibat kecerobohan manusia.
Read the rest of this entry »

Sisi Humanis Manuskrip Kitab Nusantara

June 24, 2011

Indonesia masa lalu, ketika itu masih disebut Nusantara, telah mewariskan khazanah manuskrip kitab keagamaan dalam jumlah besar. Hal yang sebetulnya membuat Indonesia patut disebut sebagai salah satu pusat keilmuan Islam dunia.

Sebut saja kitab tafsir Melayu pertama asal Aceh abad 17, Tarjuman al-mustafid karangan Abdurrauf al-Sinkili (1615-1693), atau kitab hadis Melayu pertama, al-Fawa’id al-bahiyah fi al-ahadith al-nabawiyah karangan Nuruddin al-Raniri (w. 1658), kitab masterpiece di bidang tasawuf, Siar al-salikin dan Hidayat al-salikin karangan Abdussmad al-Palimbani asal Palembang, dan masih banyak lagi kitab-kitab lokal penting lainnya dari berbagai wilayah di Indonesia.
Read the rest of this entry »

>Filologi dan Islam Indonesia

March 27, 2011

>Filologi dan Islam Indonesia
Penyusun: Oman Fathurahman dkk.
Penyunting: Muchlis dkk.
Penerbit: Jakarta: Puslitbang Lektur Keagamaan, Badan Litbang dan Diklat
Kementerian Agama RI, 2010.
Tebal: xii+284 hlm.

—————————-
Buku yang baru terbit akhir Desember 2010 lalu ini cukup melegakan, setidaknya bagi mahasiswa yang berminat mengkaji naskah-naskah Nusantara. Dibanding dengan bidang ilmu sosial lain, penulisan buku-buku tentang teori dan metode penelitian filologi di Indonesia tergolong sangat jauh tertinggal, meski bukan tidak ada sama sekali. Padahal, filologi adalah salah satu cabang ilmu yang paling dibutuhkan untuk mengkaji khazanah naskah Nusantara yang jumlahnya termasuk kategori salah satu terbanyak di dunia.

Sejauh ini, publikasi yang berkaitan dengan dunia pernaskahan Nusantara lebih banyak berupa katalog naskah atau hasil penelitian atas sebuah naskah. Adapun buku yang meramu dan mensistematisasi teori dan metode penelitiannya sendiri cenderung ‘jalan di tempat’.
Read the rest of this entry »

A Provisional Catalogue of Southeast Asian Kitabs of Sophia University

March 23, 2011

A Provisional Catalogue of Southeast Asian Kitabs of Sophia University

Compiled by: KAWASHIMA Midori (editor in chief), ARAI Kazuhiro, Oman Fathurahman, Ervan Nurtawab, SUGAHARA Yumi, YANAGIYA Ayumi.

Tokyo: Institute of Asian Cultures-Center for Islamic Studies, Sophia University, 2010.

x + 513 halaman.

———-

Asia Tenggara, khususnya Indonesia, lebih dari cukup untuk disebut sebagai salah satu wilayah penting pusat perkembangan intelektual Islam di luar Arab. Wilayah ini tidak saja telah menghasilkan naskah-naskah tulisan tangan (manuscripts) dalam berbagai bidang keilmuan Islam sejak abad ke 16, melainkan juga kitab-kitab cetak yang diterbitkan sejak abad ke-19 hingga masa kontemporer.

Kini, kitab-kitab, yang di kalangan pesantren di Jawa dikenal sebagai kitab kuning, tersebut, sebagian besar di antaranya telah menjadi bagian dari koleksi Perpustakaan the Institute of Asian Cultures, Center for Islamic Studies of Sophia University (SIAS).

Katalog awal yang dapat menuntun peneliti untuk mengakses koleksi kitab cetak Asia Tenggara tersebut kini juga telah diterbitkan (Kawashima [ed.] 2010) atas prakarsa dari sebuah tim proyek penyusunan katalog kitab cetak Asia Tenggara di Sophia University, bekerja sama dengan The Toyo Bunko (Oriental Library), di Tokyo, dan melibatkan peneliti tentang Islam Asia Tenggara dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

Katalog ini memuat 1.229 judul kitab, yang dihimpun dari berbagai wilayah di Asia Tenggara, seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Filipina. Kategori kitab Fiqh dijumpai dalam jumlah terbanyak (20%), menyusul berikutnya Sufism and Ethics (17%), Language and Literature (17%), Theology (14%), Prayer and Primbon (8%), History, Tale, and Biography (7%), Quranic Science (4%), Hadith (4%), Quranic Exegesis (2%), Philosophy and Logic (1%), dan Hadith Science (1%).

Dari segi bahasa, kitab-kitab dalam Koleksi ini sebagian besar adalah bahasa Arab (43%), menyusul kemudian Melayu dan Bahasa (24%), Jawa (19%), Madura (6%), Sunda (6%), Iranon (3%), dan satu judul di antaranya berbahasa Tausug (0%).

Selain para pengarang Arab, kitab-kitab yang berada dalam Koleksi Sophia University ini juga merupakan karya tulis, atau karya terjemahan, para ulama lokal Nusantara, dan yang terbanyak di antaranya adalah karangan Ahmad Makki ibn ‘Abd Allah Mahfuz (27%), Ahmad Samit (21%), ‘Abd al-Majid Tamim Pamekasan (16%), Nawawi ibn ‘Umar al-Jawi al-Bantani (12%), Bishri Mustafa Rembang (21%), dan Dawud ibn ‘Abd Allah al-Fatani (12%).

Dari urutan enam terbesar penulis kitab di atas saja, tampak bahwa para pengarang asal Indonesia memang sangat berpengaruh dalam pembentukan tradisi intelektual Islam di Asia Tenggara secara keseluruhan.

Sayangnya, Katalog ini memang tidak dijual bebas, meski sejumlah sarjana dan perpustakaan terkait di berbagai negara telah dikirimi oleh Tim di Sophia University.

Print This Page

>Catalogue of Dayah Tanoh Abee Manuscripts

March 22, 2011

>In the last July 2010, the book “Katalog Naskah Dayah Tanoh Abee, Aceh Besar” (Catalogue of Dayah Tanoh Abee, Aceh Besar Manuscripts)” has been published by Komunitas Bambu, in collaboration with the Tokyo University of Foreign Studies (TUFS), Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa), Pusat Kajian Pendidikan dan Masyarakat (PKPM) Aceh, Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) Syarif Hidayatullah State Islamic University Jakarta, and Zawiyah Tanoh Abee itself.
Read the rest of this entry »

>Islam dan Diplomasi

March 20, 2011

>Book information:
Henri Chambert-Loir, Massir Q. Abdullah, Suryadi, Oman Fathurahman, H. Siti Maryam Salahuddin, Iman dan Diplomasi: Serpihan Sejarah Kerajaan Bima, Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia (KPG), in collaboration with École française d’Extrême-Orient (EFEO), and Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Maret 2010, 222 pages.

_______________________

Some scholars on Indonesian manuscript studies have contributed to publish a book related to the Bima Sultanate, entitled Iman dan Diplomasi: Serpihan Sejarah Kerajaan Bima (The Faith and Dicplomacy: Fragments of the History of Bima Sultanate). They are Henri Chambert-Loir, Massir Q. Abdullah, Suryadi, Oman Fathurahman, and H. Siti Maryam Salahuddin.

This book presents three articles on manuscripts originated from the Bima Sultanate. Those manuscripts were written between 1775 until 1882.
Read the rest of this entry »

>Humboldt Kolleg

February 25, 2011

>“Synergy, Networking and the Role of Fundamental Research Development in Asian”
in conjunction with the International Conference on Natural Sciences (ICONS 2011)
July 9-11, 2011, Malang-Indonesia
Website: http://humboldt-icons.machung.ac.id/index.php
————————————

We proudly present the first Humboldt Kolleg activity in Indonesia. This activity is the result of collaboration between Ma Chung University and Humboldt Club Indonesia supported by The Alexander von Humboldt Foundation.

The activity designed specifically for Humboldtians in South East Asia can be followed by general participants as one of the aims to introduce the useful programs of the Alexander von Humboldt Foundation. It is organized by scientists from various fields of study who received a Humboldt Fellowship, a very prestigious grant from the Alexander von Humboldt Foundation for those who excel in their respective fields (http://www.humboldt-foundation.de).
Read the rest of this entry »


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.