Towards the Comparative Study of Kitabs in Southeast Asia

October 15, 2009 by Oman Fathurahman

NIHU Program Islamic Area Studies International Workshop
Towards the Comparative Study of Kitabs in Southeast Asia

Jointly Organized by
1. Group 2 (Development of Islam in Southeast Asia), Section for Islamic Area Studies, Institute of Asian Cultures, Sophia University (SIAS)

2. Documentation Center for Islamic Area Studies, the Toyo Bunko (TBIAS)

We are happy to announce that the International Workshop entitled, “Towards the Comparative Study of Kitabs in Southeast Asia” will be held on Sunday, November 8, 2009, at Sophia University in Tokyo. The workshop will deal with the progress of catalog-making of Southeast Asian kitabs collected by Sophia University, the significance of the collection and the catalog, the findings on the kitabs in the collection, and the publication of kitabs in Southeast Asia. Problems and prospects of catalog-making and potentials of studies utilizing the collection, will also be discussed. Researchers, scholars, librarians, and graduate students who are interested, are welcome to attend the workshop.
Read the rest of this entry »

Selamatkan Minangkabau!

October 2, 2009 by Oman Fathurahman

Foto: M. Yusuf dkk.
————————
Minangkabau menangis! Gempa berkekuatan 7.6 skala Richter mengguncang wilayah bagian Barat Sumatra ini. Kerusakan akibat gempa Minangkabau ini dipastikan lebih besar dari musibah gempa di Jawa Barat beberapa waktu sebelumnya.

Kami, atas nama keluarga besar Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) menyatakan duka yang sebesar-besarnya, semoga keluarga korban diberi kesabaran, dan situasi dapat segera pulih kembali.
Read the rest of this entry »

Ulah Malaysia dan Ketidakpedulian Kita

August 27, 2009 by Oman Fathurahman

Ini adalah versi awal tulisan yang diterbitkan di Koran Nasional Seputar Indonesia, Kamis 27 Agustus 2009

Keterangan foto: Tim “Search and Save” dari Kajian Poetika Unand, Padang, yang juga aktivis MANASSA, sedang melakukan penyelamatan naskah di Minangkabau.
———-
Lagi-lagi kita tersentak! Malaysia mengusik rasa kepemilikan kita atas berbagai khazanah budaya yang sudah kita warisi secara turun temurun, dan kali ini, Tari Pendet Bali yang menjadi pemicunya. Malaysia diyakini telah mengutil tarian itu dalam iklan Visit Year mereka. Meski sudah ada permintaan maaf dari Production House yang membuat iklan Enigmatic Malaysia itu, kita, kawan-kawan di Bali khususnya, terlanjut sakit hati!

Tak urung Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik, yang notabene orang Bali, meradang dibuatnya. Budayawan Mohammad Sobari bahkan menyerukan diambilnya protes keras dan aksi diplomatik nyata oleh Pemerintah RI!

Benarkah Malaysia telah mengklaim tarian itu sebagai miliknya? Itu bukan hal yang ingin saya katakan. Biarlah kita tunggu masing-masing pihak berwenang mengklarifikasinya.

Yang ingin saya ingatkan adalah bahwa salah satu akar masalah sesungguhnya ada pada diri kita sendiri sebagai bangsa yang tidak terlalu peduli dengan pemeliharaan aset kebudayaannya. Angklung, Reog Ponorogo, Batik, Hombo Batu, dan Tari Folaya, adalah hanya beberapa ragam budaya yang sering disebut orang telah dikalim oleh Malaysia, tapi orang banyak yang lupa bahwa khazanah budaya dalam bentuk artefak kuno tulisan tangan, atau yang dikenal sebagai naskah-naskah kuno (manuscripts), jauh lebih banyak yang telah berpindah tangan ke Malaysia.
Read the rest of this entry »

Malay society examined

August 5, 2009 by Oman Fathurahman

Source:
http://thestar.com.my/lifestyle/story.asp?file=/2009/8/2/lifebookshelf/4420499&sec=lifebookshelf

Important essays by the pre-eminent historian of 20th century Malay society on Peninsular Malaysia has been brought together into an engaging book.

STUDIES ON ISLAM AND SOCIETY IN SOUTHEAST ASIA

By William R. Roff

Publisher: NUS Press, 354 pages

ISBN: 978-9971694890
——————–
IS the saliva of dogs unclean? Is contact with dogs defiling and, accordingly, prohibited among Muslims, especially of the Shafi’i school? Controversy over this question split the Kelantan royal family in the late 1930s and divided Kelantanese society, from top to bottom, between religious modernists and traditionalists.
Read the rest of this entry »

Thesaurus of Indonesian Islamic Manuscripts (T2IM): An effort to develop a comprehensive database for academic purposes

July 26, 2009 by Oman Fathurahman

Oman Fathurahman

(the short version of this paper has been presented at “the Fifth Islamic Manuscript Conference“, held by The Islamic Manuscript Association or TIMA, at the University of Cambridge, UK, 25th July 2009)

Within the last two decades, there have been increasingly growing activities, including preservation, cataloguing, digitizing, and research of Indonesian manuscripts. Both national and international institutions dedicating to this field apparently strive themselves to lead and to gain access to the Indonesian manuscripts.

In the end of 1990s, the Ford Foundation is certainly considered as a leading international funding agency greatly contributing to the preservation of Indonesian manuscripts mainly through microfilm and microfiche projects and scholarship.

Since the early 2000s, a Japanese agency, Tokyo University of Foreign Studies (TUFS) represented by the Center for Documentation of Area-Trans Cultural Studies (C-DATS), and supported by the Toyota Foundation, has involved in the digitizing and cataloguing projects of Indonesian manuscripts kept in such areas as Palembang (Ikram [ed.] 2004), Minangkabau (Yusuf [ed.] 2006), and Aceh (Fathurahman & Holil 2007). Their publications have undoubtedly a great contribution to the increasing research interests in the study of the local historical documents among Indonesian researchers and students. Prof. Dr. Toru Aoyama, Prof. Dr. Koji Miyazaki, Dr. Yumi Sugahara, and Dr. Kazuhiro Arai are among them who have dedicated his academic activities for the Project.
Read the rest of this entry »

July 13, 2009 by Oman Fathurahman

Seperti yang pernah saya tulis di blog ini sebelumnya, The Islamic Manuscript Association (TIMA) akan menggelar konferensi internasional kelima tentang naskah-naskah Islam, dan bertempat di Christ’s College, University of Cambridge, United Kingdom, mulai 24 hingga 26 Juli 2009. Kini, semua persiapan tampaknya telah selesai dilakukan, dan jadwal serta pembicara selengkapnya pun telah dipublikasikan (silahkan klik di sini).

Bagi dunia pernaskahan Nusantara, forum-forum internasional semacam TIMA ini sesungguhnya sangat penting untuk dicermati, syukur-syukur jika bisa selalu berpartisipasi di dalamnya, karena pengaruh ke-Islam-an dalam naskah-naskah Nusantara jelas sangat besar, dan jumlah naskah kategori keagamaan Islam pun sangat signifikan, sehingga topik-topik yang ditawarkan niscaya akan sering bersinggungan dengan dunia pernaskahan kita.

Penting, karena melalui forum semacam TIMA ini, kita bisa menempatkan kekayaan khazanah pernaskahan kita dalam konteks yang lebih besar, tidak sekedar dunia Islam Melayu-Indonesia atau Nusantara, melainkan, lebih dari itu, dunia Islam secara keseluruhan. Bukan rahasia lagi bahwa para penulis naskah ke-Islam-an Nusantara jelas sangat terpengaruh oleh para ulama dan penulis yang berasal dari dunia Islam lainnya, baik menyangkut substansi maupun bahasanya.
Read the rest of this entry »

Pelatihan Digitalisasi Naskah di Solo

May 18, 2009 by Oman Fathurahman

Sumber:
http://www.manassa.org/main/berita/index.php?detail=20090518182633

Solo, 24-27 Juni 2009

Berdasarkan hasil penelitian yang pernah dilakukan, diketahui bahwa naskah-naskah tertulis (manuscripts) Nusantara terdapat dalam jumlah yang sangat besar, mencapai angka puluhan ribu, baik yang tersimpan di dalam maupun di luar negeri. Naskah-naskah tersebut ditulis dalam berbagai bahasa, seperti Arab, Melayu, Jawa, Sunda, Sasak, Bali, Wolio, dan lain-lain.
Read the rest of this entry »

Islam dan Barat dalam Lirik-lirik Goethe: Acara di FAH UIN Jakarta

March 22, 2009 by Oman Fathurahman

Pemberitahuan dan Undangan:

Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Jakarta
bekerja sama dengan
Goethe Institut Jakarta
Majalah Sastra Horison, dan
Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) UIN Jakarta

menyelenggarakan seminar dan pembacaan sajak-sajak Johann Wolfgang von Goethe, dengan tema: “Islam dan Barat dalam Lirik-lirik Goethe”, pada Selasa, 24 Maret 2009, pukul 10.00 – 12.30.
Read the rest of this entry »

New digital library of Islamic manuscripts online

March 18, 2009 by Oman Fathurahman

Princeton University has placed a new digital library of 200 Islamic manuscripts online for scholars to consult and study.

These manuscripts were selected from some 9,500 volumes of Islamic manuscripts in Arabic, Persian, Ottoman Turkish and other languages of the Muslim world in the University Library’s Department of Rare Books and Special Collections. Princeton’s extraordinary holdings constitute the premier collection in the Western Hemisphere and among the finest in the world, according to Don Skemer, curator of manuscripts.
Read the rest of this entry »

Manuskrip Islam dalam Kancah Akademis

March 3, 2009 by Oman Fathurahman

Stefanie Brinkmann & Beate Wiesmueller (eds.), From Codicology to Technology: Islamic Manuscripts and their Place in Scholarship, Berlin: Frank & Timme GmbH, 2009.

——————————
Jejak-jejak peradaban dan kegemilangan Islam masa lalu banyak terekam dalam bentuk naskah tulisan tangan (manuscript). Kini, manuskrip-manuskrip tersebut dijumpai, dan tersebar di berbagai belahan dunia, tidak hanya di wilayah-wilayah yang pada masanya merupakan pusat peradaban Islam, melainkan juga di negara-negara lain yang tidak pernah menjadi pusat keislaman, tetapi saat ini secara akademis memberikan perhatian besar terhadap tradisi pernaskahan Islam itu sendiri.

Eropa adalah salah satu wilayah yang memiliki tradisi akademis sedemikian kuat di bidang teks dan pernaskahan keislaman. Sejumlah universitas dan perpustakaan di Eropa, sebut saja misalnya Staatsbibliothek zu Berlin, Leipzig University Library, dan Leiden University Library, dikenal sebagai gudang penyimpan naskah-naskah Islam (Islamic manuscripts) berbahasa Arab, Persia, dan Turki, yang berasal dari periode Islam awal, dan termasuk di antaranya naskah-naskah keislaman Nusantara dalam bahasa-bahasa lokal, seperti Jawa dan Melayu.

Sarjana-sarjana Eropa khususnya, sadar betapa naskah-naskah Islam tersebut memiliki posisi signifikan sebagai bukti tertulis otentik berkaitan dengan sejarah peradaban Islam masa lalu. Karenanya, tidak sedikit sarjana Eropa yang meletakkan dasar-dasar kesarjanaannya pada manuskrip-manuskrip Islam, termasuk yang berasal dari Nusantara. Berbagai kajian terhadap aspek-aspek pernaskahan Islam pun terus dilakukan, sehingga semakin tampaklah betapa pentingnya manuskrip-manuskrip tersebut dalam konteks akademis internasional, hal yang seringkali dibaikan oleh dunia akademis di negeri sendiri.

Buku yang disunting oleh Stefanie Brinkmann dan Beate Wiesmueller ini merupakan salah satu bukti atas pentingnya manuskrip Islam dalam konteks keilmuan, seperti yang saya kemukakan di atas. Sejumlah artikel yang ditulis oleh sarjana-sarjana pemerhati manuskrip menunjukkan bahwa manuskrip Islam merupakan sumber tak ternilai bagi tumbuhnya tradisi akademis dalam berbagai bidang, seperti sejarah, filsafat, kodikologi, kepustakaan, katalogisasi, dan bahkan yang paling belakangan adalah bagi perkembangan teknologi presentasi perpustakaan digital online.

Buku ini diawali oleh pengantar yang sangat baik dari kedua penyunting. Lebih dari sekedar sebuah pengantar terhadap artikel-artikel yang dikemukakan, kedua penyunting menyuguhkan informasi yang sangat berharga berkaitan dengan situs-situs di seantero jagat yang menyediakan berbagai fasilitas online berkaitan dengan katalog dan naskah-naskah keislaman, termasuk di dalamnya situs naskah-naskah Aceh, yang dihasilkan melalui kerja sama antara Museum Negeri Aceh, Leipzig University, Yayasan dan Museum Ali Hasjmy Banda Aceh, Pusat Kajian Pendidikan dan Kemasyarakatan (PKPM) Aceh, dan Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa).

Berikutnya, kumpulan artikel dalam buku ini dikelompokkan menjadi tiga bagian besar, yakni “Scholars and Manuscripts”, yang memuat tulisan, secara berturut-turut, Rosemarie Quiring-Zoche berjudul an early manuscript of al-Baydawi’s Anwar al-tanzil and the model it has been copied from; Oman Fathurahman, berjudul Further research on Ithaf al-dhaki manuscripts by Ibrahim al-Kurani; dan Arnoud Vrolijk, berjudul “entirely free from the urge to publish” – the 18th century attempts at an edition of the Arabic proverbs of al-Maydani.

Bagian kedua adalah “Codicology”, yang memuat tulisan Francois Deroche berjudul Inks and page setting in early Qur’anic manuscipts; Edwin P. Wieringa, berjudul Some Javanese characteristics of a Qur’an manuscript from Surakarta; dan Nikolaj Serikoff, berjudul An Arabic “Book of Dream from an Ottoman imperial collection.

Bagian terakhir adalah “Collections, Cataloguing, and New Technologies”, yang berisi artikel Avihai Shivtiel berjudul The Arabic manuscripts at the University of Cambridge and the position of the Cairo Genizah documents among other collections; Michaela Hoffmann-Ruf, berjudul Private documents from Oman: the archive of the ‘Abriyin of al-Hamra; Marijana Kavcic, berjudul Arabic manuscripts of the National and University library “St. Kliment Ohridski”, Skopje, Republic of Macedonia; dan artikel bersama oleh Stefannie Brinkmann, Thoralf Hanstein, Verena Klemm dan Jens Kupferschmidt, berjudul From the past to present: Islamic manuscripts in Leipzig.

Saya sangat berbangga hati menjadi bagian dari para penulis dalam buku ini, meski jujur saya merasa masih jauh dari sejajar dengan nama-nama lain di sana. Saya hanya berharap bahwa kontribusi kecil saya dalam buku ini dapat mendorong minat sarjana-sarjana Indonesia lainnya untuk turut melirik kajian dan pemeliharaan manuskrip Indonesia khususnya, yang sementara ini masih banyak terbengkalai.

Untuk penerbitan artikel saya dalam buku ini, saya ingin menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya untuk kedua editor, Stefanie Brinkmann dan Beate Wiesmueller, yang terus-menerus mengingatkan saya untuk menyelesaikan tulisan, yang awalnya merupakan paper dalam “the 30th German Congress of Oriental Studies (Deutscher Orientalistentag)” pada 24-28 September 2007 lalu, tersebut.

Terima kasih khususnya saya sampaikan buat Prof. Edwin P. Wieringa di Malaiologie Institut, Cologne University, yang telah mengundang saya untuk melakukan penelitian pada Agustus 2006-April 2008, sehingga saya memiliki bahan yang sangat berharga untuk menulis sebuah karya.

Tentu saja, penelitian saya itu juga tidak mungkin terlaksana tanpa beasiswa penuh dari The Alexander von Humboldt-Stiftung, untuk itu saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setulus-tulusnya.

Print This Page