The Significance of Printed Kitabs Catalogue for Strenghtening Southeast Asian Islamic Studies

November 4, 2009 by Oman Fathurahman

Southeast Asian Islamic Studies is certainly a very interesting and of course important field of study especially due to the large number of Moslems living in the region. To some extent, however, Islam in Southeast Asia is still considered as peripheral because, empirically speaking, it is very much different from the phenomena of Islam in the Arabian Peninsula, North Africa and Iran.

Referring to the existing databases for Islamic world, one is impressed that Southeast Asian countries like Indonesia are not yet considered as one of important Islamic regions in the world. In fact, rarely known is the fact that Southeast Asian Muslims inherited such a great writing tradition established since the 17th century that the region is called the cradle of Islam. The written treasury (manuscripts and printed kitabs) made by the ulamas and Muslim authors in the past are undoubtedly strong evidences that Southeast Asia can definitely be considered as one of world centers for Islamic studies.

The kitab printing and publishing activities in the Middle East and then in Southeast Asia greatly contributed to wide spreading of the kitabs in pesantrens in the late nineteenth century, substantiating the established ‘ulama network of the period (Burhanudin 2007: 83).

There is no doubt, then, that printed kitabs written by those ulamas are one of the important variables for doing research on Southeast Asian Islam. The problem is that the printed kitabs themselves are thousands in number, and not so easy to locate and investigate by students and scholars. A comprehensive catalogue is highly needed. Information of printed kitabs made by Berg (1886) and Bruinessen (1990) are no longer sufficient.

The catalogue of Southeast Asian printed kitabs being developed by the Sophia University will play an important role in the context of study of Islam in the region. The Catalogue would be certainly a first “gateway” for all scholars of Southeast Asian Islamic Studies who are keen to see the characteristics of local Islam through the exploration of ulamas’ works in the past. It is due to the fact that this Catalogue includes thousands printed kitabs used by Muslim community in the region. Some of the printed kitabs are originated from manuscripts written since 17th century. Hopefully, in the future, this Catalogue could be accessed online by the public anytime and anywhere, so that the Catalogue will significantly contribute to strengthening studies on Southeast Asian Islam.

Considering a huge number of Southeast Asian printed kitabs, the Project of developing this Catalogue should be carried out continuously, and may be published in several volumes.

Print This Page

Catalogue of Arabic Manuscripts

October 23, 2009 by Oman Fathurahman

This latest set of 3 books, cataloging the Arabic material at the Royal Library, Copenhagen, describes 356 manuscripts including the latest acquisitions.

47 manuscripts are here described for the first time, whereas 309 manuscripts have been described in a Latin catalogue printed in 1851. In the new catalogue the mss are described in English and with more detailed information.

The acquisition history of the collection reaches from the 17th century to the present day and the manuscripts reflect the interests of both scholars and book collectors. The oldest manuscripts are Qur’an fragments written on parchment in Kufi script, dating from the 9th century and the most recent manuscript is a collection of Sufi texts copied in 1905.

Print This Page

Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara ke-13: Call for Papers

October 16, 2009 by Oman Fathurahman

Call for Papers

Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara ke-13

AKSES DAN IDENTITAS

Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa)
Bekerja sama dengan
Fakultas Sastra dan Seni Rupa, Universitas Sebelas Maret

Solo, 27-29 Juli 2010

Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa), bekerja sama dengan Fakultas Sastra dan Seni Rupa, Universitas Sebelas Maret, akan menyelenggarakan Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara ke-13. Kegiatan tersebut akan diselenggarakan di Solo, Jawa Tengah pada tanggal 27-29 Juli 2010.

Kami mengundang para peneliti, pengkaji, dan pemerhati naskah Nusantara untuk menjadi pemakalah dalam kegiatan tersebut dengan mengirimkan abstraknya terlebih dahulu. Semua abstrak yang masuk akan diseleksi oleh tim akademik Manassa, dan dipilih sejumlah makalah yang sesuai dengan tema Simposium, yakni AKSES dan IDENTITAS.

Abstrak makalah dapat dikirim ke email Manassa dengan alamat: manassapusat@yahoo.com, dan harus sudah diterima paling lambat tanggal 26 Maret 2010. Semua abstrak yang masuk akan diseleksi oleh tim akademik Manassa, dan hasilnya diumumkan 1 (satu) bulan berikutnya, atau tanggal 26 April 2010.

Bagi mereka yang diterima sebagai calon pemakalah diharuskan mengirimkan makalah lengkapnya paling lambat sebulan sebelum Simposium, yakni tanggal 26 Juni 2010, dan akan mendapatkan fasilitas akomodasi serta konsumsi selama kegiatan berlangsung.

PENJELASAN TEMA

AKSES, merupakan kata kunci yang akan mencakup topik-topik upaya penelusuran, pencatatan, bacaan, kajian, dan upaya pelestarian naskah-naskah Nusantara. Dengan sendirinya, hal-hal yang meniscayakan terciptanya akses tersebut perlu diupayakan dan terus dilakukan, seperti digitalisasi dan restorasi.

IDENTITAS, merupakan kata kunci yang akan mencakup topik-topik tentang berbagai upaya membangkitkan kesadaran kolektif bangsa Indonesia bahwa naskah-naskah kuno adalah benda cagar budaya yang perlu dijaga, dilestarikan, dan diwariskan dari generasi ke generasi, untuk memberikan kontribusi terhadap pengembangan wacana dan keilmuan masyarakat Indonesia.

Melalui dua tema di atas, diharapkan bahwa kandungan isi naskah-naskah kuno Nusantara tersebut dapat selalu turut memberikan respon terhadap kebutuhan keilmuan masyarakat kekinian, dan tidak terisolir sebagai “benda tak berharga”.

MAKSUD DAN TUJUAN

Simposium ke-13 Solo ini bertujuan, antara lain, untuk:

1. Mendiskusikan dan merumuskan berbagai teknik pemeliharaan dan pelestarian naskah-naskah Nusantara, termasuk restorasi dan konservasi, baik melalui teknologi modern maupun tradisional, yang dihubungkan dengan sifat serta kelembaban alam di Asia Tenggara;

2. Mencari solusi agar upaya restorasi dan konservasi naskah-naskah Nusantara dapat dilakukan dengan mudah, tidak selalu tergantung pada bahan-bahan dari luar negeri;

3. Merumuskan strategi dan teknik digitalisasi naskah Nusantara, baik yang dilakukan di lembaga penyimpanan naskah maupun di masyarakat;

4. Memetakan serta menghimpun informasi mutakhir dan menyeluruh tentang berbagai aktifitas, di Indonesia khususnya, dan di Mancanegara umumnya, yang berkaitan dengan naskah-naskah Nusantara;

5. Mendorong berbagai kajian atas naskah-naskah Nusantara yang dapat memberikan kontribusi terhadap wacana dan pengetahuan keilmuan masyarakat dalam konteks kekinian.

6. Membangun kesadaran di kalangan masyarakat bahwa naskah-naskah Nusantara merupakan benda cagar budaya dan identitas bangsa yang perlu dilestarikan, serta kandungan pengetahuan dan kearifan di dalamnya perlu disosialisasikan kepada, serta dapat diakses oleh, dunia keilmuan secara terbuka;

INFORMASI LAIN

Semua informasi lain berkaitan dengan Simposium ke-13 ini, termasuk hal yang berkaitan dengan syarat keikutsertaannya, akan diinformasikan kemudian melalui situs Manassa di http://www.manassa.org.

Print This Page

The Sixth Islamic Manuscript Conference

October 15, 2009 by Oman Fathurahman

Source: TIMA

The Sixth Islamic Manuscript Conference
Central Asian Islamic Manuscripts & Manuscript Collections
8-10 July 2010, Queens’ College, University of Cambridge

The Islamic Manuscript Association is pleased to announce that the Sixth Islamic Manuscript Conference will be held at Queens’ College, University of Cambridge from 8-10 July 2010.

The Conference will be hosted by the Thesaurus Islamicus Foundation, the Cambridge Central Asia Forum, and the Prince Alwaleed Bin Talal Centre of Islamic Studies, University of Cambridge.

The theme of the Conference will be Central Asian Islamic manuscripts and manuscript collections.

The Islamic Manuscript Association is now accepting abstract submissions for this conference. The deadline for abstract submissions is 31 January 2010.

Print This Page

Towards the Comparative Study of Kitabs in Southeast Asia

October 15, 2009 by Oman Fathurahman

NIHU Program Islamic Area Studies International Workshop
Towards the Comparative Study of Kitabs in Southeast Asia

Jointly Organized by
1. Group 2 (Development of Islam in Southeast Asia), Section for Islamic Area Studies, Institute of Asian Cultures, Sophia University (SIAS)

2. Documentation Center for Islamic Area Studies, the Toyo Bunko (TBIAS)

We are happy to announce that the International Workshop entitled, “Towards the Comparative Study of Kitabs in Southeast Asia” will be held on Sunday, November 8, 2009, at Sophia University in Tokyo. The workshop will deal with the progress of catalog-making of Southeast Asian kitabs collected by Sophia University, the significance of the collection and the catalog, the findings on the kitabs in the collection, and the publication of kitabs in Southeast Asia. Problems and prospects of catalog-making and potentials of studies utilizing the collection, will also be discussed. Researchers, scholars, librarians, and graduate students who are interested, are welcome to attend the workshop.
Read the rest of this entry »

Selamatkan Minangkabau!

October 2, 2009 by Oman Fathurahman

Foto: M. Yusuf dkk.
————————
Minangkabau menangis! Gempa berkekuatan 7.6 skala Richter mengguncang wilayah bagian Barat Sumatra ini. Kerusakan akibat gempa Minangkabau ini dipastikan lebih besar dari musibah gempa di Jawa Barat beberapa waktu sebelumnya.

Kami, atas nama keluarga besar Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) menyatakan duka yang sebesar-besarnya, semoga keluarga korban diberi kesabaran, dan situasi dapat segera pulih kembali.
Read the rest of this entry »

Ulah Malaysia dan Ketidakpedulian Kita

August 27, 2009 by Oman Fathurahman

Ini adalah versi awal tulisan yang diterbitkan di Koran Nasional Seputar Indonesia, Kamis 27 Agustus 2009

Keterangan foto: Tim “Search and Save” dari Kajian Poetika Unand, Padang, yang juga aktivis MANASSA, sedang melakukan penyelamatan naskah di Minangkabau.
———-
Lagi-lagi kita tersentak! Malaysia mengusik rasa kepemilikan kita atas berbagai khazanah budaya yang sudah kita warisi secara turun temurun, dan kali ini, Tari Pendet Bali yang menjadi pemicunya. Malaysia diyakini telah mengutil tarian itu dalam iklan Visit Year mereka. Meski sudah ada permintaan maaf dari Production House yang membuat iklan Enigmatic Malaysia itu, kita, kawan-kawan di Bali khususnya, terlanjut sakit hati!

Tak urung Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik, yang notabene orang Bali, meradang dibuatnya. Budayawan Mohammad Sobari bahkan menyerukan diambilnya protes keras dan aksi diplomatik nyata oleh Pemerintah RI!

Benarkah Malaysia telah mengklaim tarian itu sebagai miliknya? Itu bukan hal yang ingin saya katakan. Biarlah kita tunggu masing-masing pihak berwenang mengklarifikasinya.

Yang ingin saya ingatkan adalah bahwa salah satu akar masalah sesungguhnya ada pada diri kita sendiri sebagai bangsa yang tidak terlalu peduli dengan pemeliharaan aset kebudayaannya. Angklung, Reog Ponorogo, Batik, Hombo Batu, dan Tari Folaya, adalah hanya beberapa ragam budaya yang sering disebut orang telah dikalim oleh Malaysia, tapi orang banyak yang lupa bahwa khazanah budaya dalam bentuk artefak kuno tulisan tangan, atau yang dikenal sebagai naskah-naskah kuno (manuscripts), jauh lebih banyak yang telah berpindah tangan ke Malaysia.
Read the rest of this entry »

Malay society examined

August 5, 2009 by Oman Fathurahman

Source:
http://thestar.com.my/lifestyle/story.asp?file=/2009/8/2/lifebookshelf/4420499&sec=lifebookshelf

Important essays by the pre-eminent historian of 20th century Malay society on Peninsular Malaysia has been brought together into an engaging book.

STUDIES ON ISLAM AND SOCIETY IN SOUTHEAST ASIA

By William R. Roff

Publisher: NUS Press, 354 pages

ISBN: 978-9971694890
——————–
IS the saliva of dogs unclean? Is contact with dogs defiling and, accordingly, prohibited among Muslims, especially of the Shafi’i school? Controversy over this question split the Kelantan royal family in the late 1930s and divided Kelantanese society, from top to bottom, between religious modernists and traditionalists.
Read the rest of this entry »

Thesaurus of Indonesian Islamic Manuscripts (T2IM): An effort to develop a comprehensive database for academic purposes

July 26, 2009 by Oman Fathurahman

Oman Fathurahman

(the short version of this paper has been presented at “the Fifth Islamic Manuscript Conference“, held by The Islamic Manuscript Association or TIMA, at the University of Cambridge, UK, 25th July 2009)

Within the last two decades, there have been increasingly growing activities, including preservation, cataloguing, digitizing, and research of Indonesian manuscripts. Both national and international institutions dedicating to this field apparently strive themselves to lead and to gain access to the Indonesian manuscripts.

In the end of 1990s, the Ford Foundation is certainly considered as a leading international funding agency greatly contributing to the preservation of Indonesian manuscripts mainly through microfilm and microfiche projects and scholarship.

Since the early 2000s, a Japanese agency, Tokyo University of Foreign Studies (TUFS) represented by the Center for Documentation of Area-Trans Cultural Studies (C-DATS), and supported by the Toyota Foundation, has involved in the digitizing and cataloguing projects of Indonesian manuscripts kept in such areas as Palembang (Ikram [ed.] 2004), Minangkabau (Yusuf [ed.] 2006), and Aceh (Fathurahman & Holil 2007). Their publications have undoubtedly a great contribution to the increasing research interests in the study of the local historical documents among Indonesian researchers and students. Prof. Dr. Toru Aoyama, Prof. Dr. Koji Miyazaki, Dr. Yumi Sugahara, and Dr. Kazuhiro Arai are among them who have dedicated his academic activities for the Project.
Read the rest of this entry »

July 13, 2009 by Oman Fathurahman

Seperti yang pernah saya tulis di blog ini sebelumnya, The Islamic Manuscript Association (TIMA) akan menggelar konferensi internasional kelima tentang naskah-naskah Islam, dan bertempat di Christ’s College, University of Cambridge, United Kingdom, mulai 24 hingga 26 Juli 2009. Kini, semua persiapan tampaknya telah selesai dilakukan, dan jadwal serta pembicara selengkapnya pun telah dipublikasikan (silahkan klik di sini).

Bagi dunia pernaskahan Nusantara, forum-forum internasional semacam TIMA ini sesungguhnya sangat penting untuk dicermati, syukur-syukur jika bisa selalu berpartisipasi di dalamnya, karena pengaruh ke-Islam-an dalam naskah-naskah Nusantara jelas sangat besar, dan jumlah naskah kategori keagamaan Islam pun sangat signifikan, sehingga topik-topik yang ditawarkan niscaya akan sering bersinggungan dengan dunia pernaskahan kita.

Penting, karena melalui forum semacam TIMA ini, kita bisa menempatkan kekayaan khazanah pernaskahan kita dalam konteks yang lebih besar, tidak sekedar dunia Islam Melayu-Indonesia atau Nusantara, melainkan, lebih dari itu, dunia Islam secara keseluruhan. Bukan rahasia lagi bahwa para penulis naskah ke-Islam-an Nusantara jelas sangat terpengaruh oleh para ulama dan penulis yang berasal dari dunia Islam lainnya, baik menyangkut substansi maupun bahasanya.
Read the rest of this entry »